Jumat, 26 Februari 2010

FINAL FANTASY 4

Sukses dengan terobosan Final Fantasy Remake, yakni Final Fantasy Tactics dan Final Fantasy 3 pada platform handheld terbarunya milik Nintendo, yaitu NDS. Square Enix kembali dengan bangga merilis sekuel lanjutan, yang juga merupakan hasil remake besar - besaran dari sequel sebelumnya dan masih diberi judul yang sama, yakni Final Fantasy 4.

GamePlay ( Great )
Cerita game RPG di sekuel ini mengisahkan Seorang kapten dari kapal terbang Red Wings dari kerajaan Baron yang bernama Cecil. Dia merupakan prajurit yang sangat setia kepada raja dan karena sebuah kejadian, dia di kirim ke daerah Utara, tepatnya di desa Mist untuk menyelidiki kemunculan monster aneh. seperti biasa, cerita dalam game ini penuh dengan intrik percintaan, pembalasan, pertemanan, dan tanggung jawab besar dalam menyelamatkan dunia dari kuasa penyihir jahat. Cerita dalam game ini memang linear, tapi kamu juga bakal menemui quest sekunder yang cukup seru untuk diikuti.


Seperti sekuel - sekuel sebelumnya, kamu bakal menjelajahi berbagai dungeon yang meliputi kastil, gua, dan hutan. singgah di berbagai kota dan desa untuk sekedar membeli item dan equipment untuk memperkuat karakter, berbicara dengan NPC dalam menelusuri quest - quest yang mesti diselesaikan, hingga berkunjung dari pulau ke pulau yang terdapat di world map.

Disepanjang permainan, Cecil bakal bertemu dengan beberapa karakter yang akan menjadi teman seperjuangannya, dengan total ada 12 karakter dengan kelas yang berbeda - beda, diantaranya Cecil (yang merupakan Dark Knight), Kain (yang merupakan komandan kerajaan baron dan temannya Cecil), Rosa (yang merupakan white mage dan kekasih Cecil), Rydia (yang merupakan seorang summoner), Tellah, Cid, pangeran Edward, YangFang Leiden, Palom dan Porom, Fusoya. Kemudian, selain dihuni oleh manusia, dunia Final Fantasy IV juga dihuni oleh beberapa ras lain, seperti ras Dwarf (manusia dengan tubuh munggilnya yang hidup di pegunungan), ras Hummingway (mereka berasal dari bulan dan memiliki bentuk seperti kelinci), dan ras Lunarians (mereka memiliki bentuk seperti wizard). Disamping itu, kamu juga bakal kembali melihat Moogle, Chocobo, dll.


Battle
Final Fantasy IV juga mengunakan sistem ATB (Active Time Battle), dimana pemain dapat memberikan perintah atau aksi setelah ATB bar penuh. Perintah - perintah yang dapat diberikan, seperti menyerang, bertahan, mengunakan abiliti, mengunakan magis atau item, kabur, hingga menganti posisi karakter (posisi depan dan belakang). Selain itu, kamu juga dapat mengeset karakter untuk bertarung secara otomatis, Sehingga setiap terjadi pertempuran, karakter dengan sendirinya menyerang (hanya satu perintah saja yang dapat dilaksanakan).

Strategi pengaturan dalam formasi tim juga sangat penting, seperti contoh pemasangan kelas karakter yang bervariasi, dimana terdapat White Mage dapat mendukung sang Warrior dan Summoner dalam bertahan. karena kelas karakter tersebut dapat memberikan sihir untuk meningkatkan jumlah health dan mana yang mana sangat diperlukan.


Kemudian tingkat kesulitan dalam Boss Battle pada game Final Fantasy IV juga mengalami peningkatan dan tidak boleh dianggap sepele. Persiapan dan penerapan taktik pun diperlukan, seperti memberikan boss battle poison terlebih dahulu, kemudian hajar dengan elemen yang melemahkan boss battle, baru itu gebuk dengan pedang dan jangan lupa untuk mengunakan abiliti untuk mendapatkan damage yang jauh lebih besar.

Dalam mengerakan karakter, anda mengunakan tombol D-pad serta tombol A dan B. Kemudian layar utama akan berfungsi penuh sebagai layar bermain, sedangkan layar touch screen kini lebih banyak mati dan hanya berfungsi sebagai layar peta dan sewaktu battle berlangsung, layar touch screen akan menampilkan informasi karakter, seperti HP, MP, level, dan sebagainya. Kemudian layar touch screen juga dapat berfungsi untuk mengerakan karakter saat berada di world map, dengan menahan dan menjalankan stylus ke arah yang diinginkan.


Graphic dan Sound, ( Great !!! )
Grafis dalam Final Fantasy IV mengalami peningkatan dari sekuel Final Fantasy III, terlihat dimana model karakter jauh lebih halus dan dunia dalam game lebih kaya akan berbagai macam warna. Selain itu, game ini juga dikemas dengan elemen cut scene yang keren dan menarik serta animasi CG yang sangat mengagumkan dan dapat disetarakan dengan animasi CG di konsol PS2.

Begitu juga Suara akting dari karakter pun terdengar dengan jelas, namun terkesan datar. Kemudian terdapat berbagai macam variasi musik yang enak didengar sepanjang kita bermain, serta para fans Final fantasy series pasti senang mendengar musik battle yang beralun kencang serta musik kemenangan yang keren dan semua itu dirancang oleh komposer terkenal, Nobuo Uematsu.


Overall ( Awesome ! )
Square Enix kembali berhasil menyenangkan para fans Nintendo DS dengan meremake ulang game Final Fantasy IV dengan Story line yang ringan dan sangat menarik untuk diikuti serta beberapa minigame yang cukup asik untuk dinikmati. Dan game RPG ini menjadi sebuah game full 3D yang tercantik untuk NDS.

Disitu.Com Score 90
Gameplay 85
Graphic 85
Sound 80

Rabu, 24 Februari 2010

Resensi Film Transformers , Revenge of the Fallen


Alkisah ada 5 buah robot dari ras Prime. Optimus Prime, salah satu pemimpin robot dari group Autobot yang sudah muncul pada film Transformer sebelumnya. Tokoh barunya adalah the Fallen. The Fallen merupakan salah satu dari pemimpin robot ras prime yang ambisius, dimana dia ingin mengambil matahari dari semua planet di galaksi tanpa perduli dengan kepentingan mahluk lain (manusia) yang memerlukan matahari untuk kelangsungan hidupnya.
Sedang 4 prime yang lain tidak setuju , karena mereka tidak sanggup melawan kesaktian dari the Fallen, sehingga 3 robot prime yang lain meleburkan diri untuk mempertahankan Matrix of Leadership , yang di yakini dapat membuat the Fallen tidak terkalahkan.
Disinilah benang merah cerita mengalir. Di ceritakan ada 3 pihak yang berseteru , yakni 2 robot yang diceritakan diatas dan dari pihak manusia yang mulai menghendaki putusnya kontrak kerja dengan robot kelompok Autobot dibawah kepemimpinan Optimus Prime.
Optimus meminta sahabatnya dari ras manusia yaitu Sam untuk menjadi penengah , tapi Sam merasa dia tidak sanggup dan menginginkan kehidupan nya sebagai manusia normal.
Tetapi ternyata takdir berkata lain. Sam tidak mau terlibat dengan konflik Optimus dengan Pemerintah Amerikanya tapi dia tidak bisa lari dari kejaran kelompok the Fallen yang dimotori oleh Megatron yang menginginkan sebuah batu yang dimilikinya. Sehingga Sam tidak punya pilihan lain selain ikut terlibat, dan membantu Optimus untuk kembali hidup , karena hanya Optimus yang sanggup melawan dan mengalah kan the Fallen.
Sepanjang film , telinga kita akan dibisingkan dengan suara robot, suara derikan gerakan robot dan suara logam berdenting karena perkelahian antar robot.
Sebenarnya agak tidak masuk akal untuk manusia melawan robot yang bisa berubah bentuk sesukanya , mempunyai fleksibilitas bak super hero dan mengeluarkan tembakan2 yang beruntun. Robot ini bisa disejajarkan dengan Aliens di film Men in Black I & II. Malah di Men in Black, aliens bisa ditaklukan dengan senjata atau cairan tertentu, sementar para robot disini, nyaris tidak bisa dibunuh dengan tembakan ringan atau hanya pukulan2 ringan saja.. Jadi untuk menaklukannya yang terlihat adalah (oleh manusia) tembakan dengan bom yang besar atau (oleh sesama robot) harus dengan tusukan yang menhancurkan, misalnya ditusuk ke jantung robot atau merusak muka dari si robot.
Jadi yang bisa disaksikan adalah ketegangan-ketegangan yang terjadi dalam konflik memperebutkan the Matrix of Leadership, dan menyaksikan spesial efek komputer yang luar biasa yang menggabungkan manusia dengan robot sedemikian mulusnya. Baik dalam hal akting maupun action perkelahiannya.
Selebihnya, film yang di produksi oleh Paramount Picture dan di sutradarai oleh Michael Bay ini adalah film action fiksi biasa khas Hollywood.

Jumat, 19 Februari 2010

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI GAME BESERTA DAMPAKNYA TERHADAP GENERASI MUDA

Perkembangan teknologi sangat berpegaruh terhadap perkembangan game, dimana perubahannya akhir-akhir ini makin pesat berkembang. Pada sekitar awal dekade 80-an, sebenarnya sudah ada persaingan ketat antar perusahaan game dalam memasarkan produknya. Game yang populer dengan nama video game ini hanya bisa dimainkan oleh satu atau dua orang pemain pada sebuah console. Pesawat televisi dibutuhkan sebagai media tampilan. Jenis game-nya juga masih sangat sederhana dengan grafik yang sangat kasar. Tampilannya mirip seperti game dari bahasa program Java, yang bisa dimainkan di handphone sekarang ini. Perusahaan game yang terkenal pada saat itu adalah Atari, Sega dan Nintendo.
Video game atau Console game ini adalah sebuah bentuk dari multimedia interaktif yang digunakan untuk sarana hiburan. Game ini dimainkan dengan menggunakan sebuah alat yang bisa digenggam oleh tangan dan tersambung ke sebuah kotak alat atau console. Alat yang digenggam tangan tadi dikenal dengan nama joystick. Isinya adalah beberapa tombol-tombol sebagai kontrol arah maju, mundur, kiri dan kanan, dimana fungsinya adalah untuk berinteraksi dan mengendalikan gambar-gambar di layar pesawat televisi. Game ini juga biasanya dimainkan dengan memasukan sebuah keping CD yang bisa diganti-ganti atau cartridge yang harus dimasukkan ke dalam game console.
Video game dengan console kini juga sudah berkembang pesat. Saat ini, pemain yang cukup dominan adalah X-Box dari Microsoft dan PlayStation keluaran Sony. PlayStation (PS) telah sukses dengan PSP-nya yang portable dan PS2 yang fenomenal karena harganya yang cukup murah, sekitar Rp.1,5 juta. Saat ini di pelosok perumahan umumnya terdapat rental PS2 yang bisa dimainkan dengan biaya berkisar hanya Rp.1,500 per jam. PlayStation ini sendiri telah mengeluarkan versi baru, yaitu PS3 dengan harga banderol yang masih mahal, Rp.7 juta-an per unit (pada pertengahan 2007). Tidak diragukan lagi, tampilan dan akselerasinya jauh lebih halus dan cepat dari generasi pendahulunya.
Para gamers lama kelamaan menginginkan suatu permainan yang tidak saja dapat dimainkan oleh 2 orang, tapi juga bisa dimainkan secara massal dan bersamaan tanpa memandang jarak misalnya antar daerah satu yang lainnya hingga menembus jarak antar negara. PlayStation dan X-Box pun tampil sebagai sebuah console yang sudah bisa dimainkan secara online.
Selain dari console, game juga bisa dijalankan dari personal computer (PC) atau sering juga disebut juga PC game. Game di PC tidak kalah menariknya dibanding dengan di console. Mari kita lihat bedanya.
Di dalam video game atau console game kita menemukan adanya lingkungan bermain game yang lebih sederhana dibanding pemain di PC game, bukan hanya terutama karena keterbatasan fitur dari joystick, tapi karena disebabkan keterbatasan teknologi di dalam perangkat keras (hardware) pada console serta output resolusi visual yang secara potensial lebih rendah.
Seperti kita ketahui, pada setiap PC umumnya terdapat sebuah keyboard dan sebuah mouse yang bisa digunakan dalam desain permainan game yang lebih kompleks. Gambar grafik yang ditampilkan di PC game lebih hidup dan tajam, tergantung dari pemakaian display adapter card atau video card yang digunakan pada mainboard komputer. Semakin mutakhir dan besar kapasitas memori video card-nya, maka semakin halus pula resolusi dan akselerasi game-nya. Sedang console game biasanya dimainkan di televisi, dimana ketajaman gambar lebih rendah dan game biasanya dimainkan dari jarak dekat.
Jenis game yang tersedia untuk sebuah video game atau console ditentukan dari tuntutan pasar dan tren. Video game atau console menurut anggapan banyak orang, lebih dianggap sebagai mainan anak-anak kecil, sedangkan PC adalah mainan mereka yang lebih ‘dewasa’. Karena itu, beberapa tahun lalu, console lebih banyak terlihat memainkan game yang lebih sederhana, seperti platform games, tembak-menembak (shoot-em-up) dan pukul-memukul (beat-em-up). Sedang PC game lebih didominasi ke genre RPG, strategi dan simulasi.
Dengan adanya perkembangan video game atau console diantara pasar orang dewasa, perbedaannya dengan PC game juga semakin berkurang. Akhir-akhir ini strategy games, role-playing games dan game simulasi, walau tidak sebanyak di PC game, sudah bisa didapatkan di video game.
Awalnya, jika kita bermain sendiri di PC atau komputer, yang menjadi lawan kita adalah komputer itu sendiri. Tetapi dengan sistem jaringan (LAN: local area network), kita bisa melawan orang lain pada komputer yang terpisah, yang lebih dikenal dengan istilah multiplayer. Untuk dapat memainkannya, kita harus menghubungkan PC atau komputer ke sekelompok PC lain yang saling terhubung. Multiplayer game ini bisa dimainkan dengan jaringan lokal tanpa akses internet, tetapi bisa juga dengan menggunakan akses internet. Multiplayer game yang tidak membutuhkan akses internet disebut juga sebagai LAN game.
Di Indonesia sendiri, sejak tahun 2000-an, LAN game didominasi oleh game tembak-menembak, diantaranya Counter Strike (CS) dan game strategi Warcraft। Game ini masih memiliki keterbatasan dalam jumlah pemain. Lawan kita dalam game hanya terbatas pada jumlah PC yang terhubung dalam jaringan lokal tersebut. Jika game tadi ingin lebih dimainkan secara massal, secara bersamaan dan tanpa mempertimbangkan jarak, maka PC itu harus terhubung dengan jaringan internet. Karena dari aplikasinya yang harus terhubung atau online dengan internet, maka banyak orang menyebutnya sebagai online game.

sumber : http://one.indoskripsi.com/node/9579